Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka dalam kalender, melainkan momentum penting untuk melakukan muhasabah dan memperkuat ikhtiar, termasuk dalam bidang pendidikan. Tahun baru menjadi waktu yang tepat bagi satuan pendidikan untuk menilai capaian, mengevaluasi kekurangan, serta menyusun langkah perbaikan secara terarah demi meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.
Islam mengajarkan pentingnya refleksi diri sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
Ayat ini menegaskan bahwa muhasabah merupakan sikap yang harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap langkah ke depan lebih terarah dan bertanggung jawab.
Sepanjang tahun yang telah dilalui, dunia pendidikan menghadapi berbagai dinamika, mulai dari proses pembelajaran, pembinaan karakter, kegiatan kesiswaan, hingga capaian prestasi akademik dan nonakademik. Setiap keberhasilan patut disyukuri, sementara setiap kekurangan perlu dicermati secara jujur. Muhasabah menjadi landasan untuk memperbaiki niat, metode, dan tujuan pendidikan agar tetap selaras dengan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam konteks sekolah, muhasabah tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh nilai dan etos kerja. Guru merefleksikan efektivitas pembelajaran, siswa menilai kedisiplinan dan tanggung jawab belajar, sementara manajemen sekolah mengevaluasi program dan kebijakan yang telah dijalankan. Refleksi bersama ini diharapkan mampu melahirkan perbaikan yang nyata dan berkelanjutan.
Selain muhasabah, tahun baru juga menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar pendidikan. Ikhtiar diwujudkan melalui perencanaan program yang matang, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai apabila seseorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sungguh-sungguh.” (H.R. al-Baihaqi).
Hadis ini menjadi pengingat bahwa ikhtiar dalam pendidikan harus dilakukan secara optimal dan profesional.
Di tengah tantangan global, sekolah dituntut adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan dan keislaman. Penguatan literasi, numerasi, karakter, serta akhlak mulia harus berjalan seiring. Tahun baru menjadi awal yang baik untuk menegaskan kembali komitmen tersebut melalui kerja sama seluruh warga sekolah.
Dengan muhasabah yang mendalam dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, tahun baru diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan dengan tanggung jawab.









