Beranda / Blog / Isra Mikraj sebagai Momentum Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan

Isra Mikraj sebagai Momentum Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan

Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang mengandung nilai keimanan, pendidikan, dan pembentukan karakter. Peristiwa ini tidak hanya diperingati sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga dapat dimaknai sebagai sumber pembelajaran yang relevan bagi kehidupan manusia secara luas, baik dalam konteks keluarga, pendidikan, maupun masyarakat.

Peristiwa Isra Mikraj diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai bukti kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa luar biasa, tetapi juga sarana pembelajaran bagi umat manusia agar memahami kebesaran Allah SWT dan meneladani keteguhan iman Rasulullah SAW.

Salah satu pesan utama dari Isra Mikraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu. Salat mengajarkan nilai kedisiplinan, keteraturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ
“Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya.” (HR. Abu Dawud)

Hadis tersebut menegaskan bahwa salat memiliki kedudukan penting dalam membentuk kepribadian seorang muslim. Nilai kedisiplinan yang terkandung di dalamnya menjadi dasar dalam proses pendidikan, karena membiasakan seseorang untuk menghargai waktu dan menjalankan kewajiban secara konsisten.

Isra Mikraj juga mengajarkan pentingnya pembentukan karakter dan akhlak mulia. Rasulullah SAW diutus tidak hanya untuk menyampaikan ajaran agama, tetapi juga untuk memperbaiki perilaku manusia. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Nilai-nilai kejujuran, amanah, kesabaran, dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan fondasi penting dalam pendidikan karakter. Nilai tersebut relevan diterapkan oleh siapa pun dalam berbagai peran kehidupan, baik sebagai pelajar, pekerja, maupun anggota masyarakat.

Dari sudut pandang pendidikan, Isra Mikraj mengajarkan bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses, kesungguhan, dan keyakinan. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa tersebut menjadi teladan bahwa tantangan hidup harus dihadapi dengan iman yang kuat dan sikap pantang menyerah. Pendidikan yang bermakna tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan moral dalam diri manusia.

Peringatan Isra Mikraj seharusnya menjadi momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna Isra Mikraj dari perspektif pendidikan, peringatan ini diharapkan tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi mampu membentuk pribadi yang disiplin, berkarakter kuat, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *