Blora Culture Festival #2 kembali digelar sebagai upaya pelestarian seni budaya lokal di Kabupaten Blora. Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah pertunjukan “1000 Penari Tayub” yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertempat di kawasan Ekowisata Goa Terawang, Todanan, dan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Blora bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
Festival budaya ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di wilayah Todanan dan sekitarnya turut ambil bagian, mulai dari jenjang sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas dan kejuruan. Keterlibatan sekolah-sekolah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Tayub sebagai salah satu identitas budaya Blora.
SMK Muhammadiyah Todanan menjadi salah satu sekolah yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Sekolah tersebut mengirimkan 50 siswa dari Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga untuk tampil sebagai penari Tayub. Dari jumlah tersebut, sebagian siswa berperan sebagai maskot yang berada di barisan depan, sementara lainnya tampil sebagai penari. Kehadiran para siswa ini menambah semarak pertunjukan yang melibatkan ratusan penari dari berbagai sekolah.
Menariknya, meskipun berperan sebagai penari Tayub, para siswa SMK Muhammadiyah Todanan tetap tampil dengan memperhatikan adab berpakaian Islami. Hal ini menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan penampilan mereka dengan tetap mengedepankan nilai budaya tanpa meninggalkan norma yang dijunjung sekolah. Secara tidak langsung, hal tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional dapat dipadukan dengan nilai religius secara harmonis.
Partisipasi siswa juga mendapat dukungan penuh dari para guru SMK Muhammadiyah Todanan. Sejumlah guru tampak hadir mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, baik sebagai bentuk pengawasan maupun dukungan moral. Kehadiran guru bersama siswa dinilai penting untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus menjadi pengalaman edukatif di luar kelas.
Plt. Kepala SMK Muhammadiyah Todanan, Sulistyowati, S.Pd., secara tidak langsung menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam Blora Culture Festival #2 merupakan wujud eksistensi SMK Muhammadiyah Todanan dalam memelihara kebudayaan masyarakat lokal, khususnya budaya Blora. Selain itu, partisipasi tersebut juga dimaknai sebagai upaya sekolah dalam mendukung promosi Goa Terawang sebagai salah satu ikon wisata unggulan di Kabupaten Blora.
Blora Culture Festival #2 sendiri merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya pernah diselenggarakan di Lapangan Kridosono, Blora, dengan mengusung tema 1000 Penari Tayub. Melalui pelaksanaan festival di lokasi wisata alam seperti Goa Terawang, pemerintah daerah berharap sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dapat terus diperkuat.
Dengan melibatkan ribuan penari dan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Blora.
Dokumentasi kegiatan Festival Tari SMK Muhada









