Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 menjadi cermin penting bagi satuan pendidikan kejuruan, termasuk SMK Muhammadiyah Todanan (SMK Muhada), dalam membaca capaian dan tantangan pembelajaran akademik siswa. TKA yang diselenggarakan secara nasional ini bertujuan memetakan mutu pendidikan dan tidak lagi menjadi penentu kelulusan peserta didik.

Berdasarkan data resmi hasil TKA 2025 jenjang SMK di Provinsi Jawa Tengah, capaian akademik siswa masih menunjukkan ketimpangan antar mata pelajaran. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai SMK Jawa Tengah tercatat sekitar 55,2, berada pada kategori sedang dan menjadi capaian tertinggi dibandingkan mata pelajaran wajib lainnya. Capaian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi dasar siswa SMK relatif lebih baik.
Namun demikian, hasil berbeda terlihat pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. Rata-rata nilai Bahasa Inggris SMK Jawa Tengah pada TKA 2025 berada di angka 27,4, sementara Matematika mencatat rata-rata 23,1. Angka tersebut menunjukkan bahwa kemampuan numerasi dan penguasaan bahasa asing siswa SMK masih tergolong rendah dan memerlukan perhatian serius dari satuan pendidikan.
Kondisi ini juga menjadi bahan refleksi bagi SMK Muhammadiyah Todanan. Sebagai sekolah vokasi, SMK Muhada selama ini menitikberatkan pembelajaran pada penguatan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan dunia kerja. Meski demikian, hasil TKA memperlihatkan bahwa kompetensi akademik dasar tetap menjadi fondasi penting dalam menunjang keterampilan vokasional siswa.
Secara tidak langsung, data TKA 2025 menegaskan perlunya keseimbangan antara pembelajaran kejuruan dan akademik. Bahasa Indonesia berperan penting dalam membangun kemampuan komunikasi dan literasi, sementara Matematika dan Bahasa Inggris menjadi kunci dalam penguasaan teknologi, analisis, serta kesiapan menghadapi dunia industri dan globalisasi.
Pihak sekolah memandang TKA sebagai instrumen evaluasi yang objektif. Hasil TKA memberikan gambaran kondisi riil pembelajaran tanpa tekanan kelulusan, sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan peningkatan mutu. Di SMK Muhammadiyah Todanan, hasil TKA 2025 dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi internal untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Langkah perbaikan diarahkan pada penguatan mata pelajaran wajib melalui pendekatan kontekstual, dengan mengaitkan Bahasa Inggris dan Matematika pada praktik kejuruan. Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul dalam keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang memadai.
Ke depan, SMK Muhada berkomitmen menjadikan hasil TKA 2025 sebagai pijakan perbaikan berkelanjutan. Tantangan akademik yang terungkap tidak dipandang sebagai kelemahan, melainkan peluang untuk berbenah demi meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing.









