Kajian Isra’ Mi’raj merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan spiritualitas warga sekolah. Melalui kajian ini, peserta didik tidak hanya diajak memahami peristiwa bersejarah dalam Islam, tetapi juga diarahkan untuk mengambil hikmah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam konteks pendidikan. Kegiatan Kajian Isra’ Mi’raj di SMK Muhammadiyah Todanan menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, kedisiplinan, serta kesadaran berakhlak mulia di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan Kegiatan Kajian Isra’ Mi’raj
Kajian Isra’ Mi’raj dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Aula Atas SMK Muhammadiyah Todanan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, serta seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Kehadiran seluruh unsur sekolah menunjukkan komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman secara terpadu dan berkelanjutan.
Acara berlangsung dengan tertib dan khidmat sejak awal hingga akhir. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, mencerminkan suasana religius yang kondusif serta rasa hormat terhadap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan.

Rangkaian Acara yang Edukatif dan Bermakna
Kegiatan kajian dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sri Nurhayati, S.Ag. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama, yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan kebesaran dan sifat-sifat Allah Swt. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Juz 30, dimulai dari Surah Al-Qadr hingga Surah An-Nas, serta pembacaan Surah Al-Mulk. Rangkaian tilawah ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an dan membiasakan suasana religius di lingkungan sekolah.
Acara ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Sekolah, Sulistyowati, S.Pd., yang turut memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan kajian sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual warga sekolah.

Kajian Isra’ Mi’raj dan Nilai Pendidikan
Kajian inti disampaikan oleh Abid Husaini Abror, S.E., yang membahas tema seputar peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. Dalam pemaparannya, mubaligh menekankan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa luar biasa yang bersifat historis, tetapi mengandung pesan mendalam tentang hubungan antara akal, iman, dan amal.
Pada bagian pembukaan kajian, mubaligh mengingatkan pentingnya menggunakan akal secara sehat sebelum beriman. Peserta diajak memahami bahwa keimanan yang kuat lahir dari proses berpikir yang benar, reflektif, dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan, hal ini berarti siswa perlu membiasakan diri untuk berpikir kritis, jujur, dan terbuka terhadap kebenaran, tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan.
Kajian juga mengaitkan nilai Isra’ Mi’raj dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti kedisiplinan dalam belajar, kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen menjalankan ibadah. Melalui sesi tanya jawab, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan, sehingga kajian berlangsung interaktif dan komunikatif.
Penegasan Nilai dan Pesan Penutup
Pada bagian penutup, mubaligh menyampaikan pesan yang menjadi refleksi penting bagi seluruh peserta. Ditekankan bahwa dalam kehidupan, seseorang harus berani membenarkan hal yang baik, bukan sekadar membenarkan hal yang sudah biasa dilakukan. Pesan ini relevan dalam dunia pendidikan, di mana peserta didik diharapkan mampu memilih dan mempertahankan nilai-nilai kebaikan meskipun tidak selalu menjadi kebiasaan umum.
Melalui Kajian Isra’ Mi’raj ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan iman, akhlak, dan karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.









