Beranda / Kesiswaan / Disiplin Itu Berdaya: SMK Muhada Gandeng Polsek dan Satpol PP Todanan Bina Kedisiplinan Murid

Disiplin Itu Berdaya: SMK Muhada Gandeng Polsek dan Satpol PP Todanan Bina Kedisiplinan Murid

Todanan, 9 Oktober 2026 — Kedisiplinan adalah inti dari pembelajaran di SMK. Berangkat dari keyakinan itu, SMK Muhammadiyah Todanan menggandeng Polsek Todanan dan Satpol PP Kecamatan Todanan dalam program peningkatan kedisiplinan murid. Program ini menjadi tindak lanjut atas kebiasaan sebagian murid yang masih kurang disiplin, terutama dalam hal kehadiran di pagi hari. Melalui kerja sama ini, murid mendapatkan pembinaan dan edukasi tentang pentingnya disiplin dan menaati aturan dari aparat yang bersentuhan langsung dengan penegakan ketertiban di tengah masyarakat.

Rutinitas Pagi yang Tertata

Untuk membangun budaya disiplin sejak awal hari, SMK Muhada memiliki rangkaian kegiatan pagi yang tertata dan terukur:

  • 06.52-06.56 — Lagu “Bangun Pemudi Pemuda” diputar untuk membangkitkan semangat murid.
  • 06.56-07.00 — Bel peringatan awal pelajaran dibunyikan.
  • 07.00-07.05 — Murid berbaris di depan kelas bersama guru mata pelajaran jam pertama sambil menunggu kehadiran teman-temannya.
  • 07.05 — Seluruh warga kelas menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Sang Surya” sebagai wujud kecintaan pada tanah air.
  • 07.10-07.15 — Guru jam pertama memimpin briefing pagi untuk menyapa, mengapresiasi, dan menyampaikan gambaran kegiatan belajar hari itu.

Rangkaian ini dirancang agar pagi hari di sekolah dimulai dengan semangat, kebersamaan, dan kesadaran akan tanggung jawab.

Ketika Terlambat: Pembinaan, Bukan Sekadar Hukuman

Gerbang depan sekolah ditutup pada pukul 07.05. Murid yang masuk setelah lagu selesai dinyanyikan dinyatakan terlambat. Mereka tidak langsung dibiarkan masuk kelas, tetapi melalui tahapan pembinaan:

  1. Mengikuti briefing kedisiplinan oleh petugas piket, lalu membuat komitmen untuk memperbaiki diri.
  2. Mengantre untuk meminta surat izin masuk kelas kepada guru piket yang bertugas.

Pada tahap inilah Polsek Todanan dan Satpol PP Kecamatan Todanan hadir memberikan pembinaan langsung kepada murid yang terlambat. Pesan kedisiplinan dari aparat penegak ketertiban ini diharapkan memberi perspektif baru bagi murid, bahwa disiplin bukan hanya aturan sekolah, tetapi bekal hidup di tengah masyarakat dan dunia kerja kelak.

Terus Dibimbing, Terus Dimotivasi

Pihak sekolah mengakui bahwa keterlambatan masih kerap terjadi setiap harinya. Meski begitu, para guru tidak pernah berhenti membimbing, membina, dan memotivasi murid untuk berangkat pagi tepat waktu. Pendekatan yang dikedepankan adalah pendampingan yang hangat namun tegas: murid dibimbing untuk memahami alasan di balik aturan, bukan sekadar takut pada sanksi.

Sejalan dengan nilai Berdaya Budi yang menjadi salah satu pilar filosofi Muhada Berdaya, kedisiplinan dipandang sebagai bagian dari pembentukan akhlak dan integritas. Disiplin waktu di sekolah adalah latihan awal bagi murid SMK untuk menghadapi budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), yang menuntut ketepatan waktu dan tanggung jawab.

Sinergi untuk Generasi Berdaya

Kerja sama dengan Polsek Todanan dan Satpol PP Kecamatan Todanan menunjukkan bahwa pembinaan karakter murid adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan masyarakat. Sinergi semacam ini sejalan dengan misi SMK Muhada membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Semoga program ini membantu murid SMK Muhammadiyah Todanan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap melangkah menjadi generasi yang berdaya.

Muhada Berdaya!

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *