Todanan, 10 Oktober 2026 — Alhamdulillah, SMK Muhammadiyah Todanan turut meramaikan Blora Culture Festival (BCF) #3 Tahun 2026 di Goa Terawang Ecopark, Todanan, yang berada dekat dengan lingkungan sekolah. Guru dan murid SMK Muhada hadir dalam tiga peran: sebagai penari, penata musik, dan penata gerak.
Mengenal Blora Culture Festival
BCF adalah gelaran budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar). Festival ini memadukan pelestarian kesenian tradisional dengan promosi wisata daerah. Edisi ketiga ini mengusung tema “Gatra Cacana Jaya Kerta Bhumi” dan menjadikan tayub sebagai sajian utama dalam Pagelaran 1000 Tayub.
Sekitar 1.000 penari dari sanggar tari se-Blora, pelajar SMP, SMA, dan SMK, hingga masyarakat umum bergerak serempak dalam Tarian Tayub Bersama. Pemerintah daerah berharap festival ini menunjukkan bahwa budaya dan pariwisata dapat berjalan beriringan sekaligus menggerakkan UMKM dan ekonomi daerah. Goa Terawang Ecopark, yang dikonsep sebagai ruang menikmati seni di alam terbuka, menjadi panggung yang sesuai.
Festival ini dihadiri Bupati Blora, Bapak Arief Rohman. Hadir pula perwakilan SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Ltd. sebagai sponsor tunggal bersama Pertamina.


Yang Berbeda Tahun Ini
Dibanding penyelenggaraan sebelumnya, BCF tahun ini menampilkan tema Gatra Cacana Jaya Kerta Bhumi, yang membawakan Barongan Blora dan sajian seni lain:
- Suro ing Jipang
- Tari Jedor Blora
- Tayub Mblora Bhumiku
- Tayub Sepuluh Wolu
- Tayub Sukoreno
Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai kesenian tradisional Blora yang selama ini kerap tampil terpisah. Tayub yang dipentaskan juga digarap dalam beberapa versi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Gending yang dipakai antara lain karya seniman lokal Blora, seperti Sepuluh Wolu.
Sepuluh Penari SMK Muhada di Sub Event Tayub Massal
SMK Muhada mengirimkan 10 penari pada sub event tayub massal. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk belajar langsung kesenian khas daerahnya sendiri. Mereka menari bersama pegiat seni dan pelajar dari berbagai sekolah dalam satu panggung besar. Berikut merupakan nama murid SMK Muhada yang menjadi peserta :
- Alisanur Kasanah (XI AK-1)
- Dinda Elvia Sriyanti (XI AK-1)
- Zahirah Nurul Jannah (XI AK-2)
- Marsya Ayu Novia Pradesty ( XI AK-1)
- Siska Siti Apriliana (XI AK-1)
- Angelina Maneysha Aprilyani (X AKL-2)
- Alyaa’ Dwi Yunikha Zulfa (X AKL-1)
- Mangivera Indica Cintania (X AKL-1)
- Della Meisya Nuraini (X AKL-1)
- Amira Puspita Sari (X AKL-1)
Guru dan Pelatih SMK Muhada di Balik Layar
Peran SMK Muhada tidak berhenti di atas panggung. Dua insan sekolah ikut berkontribusi di balik layar:
- Hera Masri’an, S.Si., guru SMK Muhada, tergabung dalam Gatra Cacana Jaya Kerta Bhumi, kelompok kesenian di bawah Dinporabudpar yang beranggotakan pegiat seni, praktisi seni, dan guru seni budaya. Beliau bertugas dalam tim aransemen musik.
- Ridwan Arif Rosidi adalah praktisi seni dari Sanggar Seni Tari Budaya dan Barongan Ridwan Cs, sekaligus pelatih ekstrakurikuler tari klasik SMK Muhada. Beliau mewakili sanggar dan SMP Negeri 2 Todanan sebagai penata gerak.
Keterlibatan keduanya menunjukkan bahwa ekosistem kesenian di sekitar SMK Muhada terus tumbuh dan terhubung dengan komunitas seni Blora.



Menumbuhkan Kewargaan dan Kolaborasi
Sekolah mendorong guru dan murid SMK Muhada untuk aktif dalam kegiatan kesenian dan kebudayaan. Keterlibatan ini memperkuat dimensi Kewargaan dan Kolaborasi, yaitu rasa memiliki terhadap budaya daerah dan kemampuan bekerja sama dengan banyak pihak. Semangat ini juga selaras dengan nilai Berdaya Cipta dan Berdaya Sosial dalam filosofi Muhada Berdaya.
Dari panggung Goa Terawang, murid-murid SMK Muhada belajar bahwa menjaga warisan budaya bisa dimulai dari satu langkah tarian. Semoga partisipasi ini mendorong lebih banyak murid dan guru untuk menjaga dan mengembangkan kesenian Blora.
Muhada Berdaya!









