Beranda / Blog / Menguatkan Arah Pembelajaran, SMK Muhammadiyah Todanan Gelar IHT Pengembangan Kurikulum

Menguatkan Arah Pembelajaran, SMK Muhammadiyah Todanan Gelar IHT Pengembangan Kurikulum

SMK Muhammadiyah Todanan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Pengembangan Kurikulum pada Sabtu, 30 Mei 2026, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh guru dan karyawan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya memperkuat pemahaman seluruh warga sekolah mengenai penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan dunia kerja, serta arah kebijakan pendidikan nasional. Kurikulum yang disusun dengan baik diharapkan mampu menjadi pedoman dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Awali Persiapan Tahun Ajaran Baru

Kegiatan IHT diawali dengan rangkaian acara seremonial yang berlangsung dengan tertib dan khidmat. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah Sang Surya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah dan tamu undangan sebelum memasuki sesi materi utama.

Suasana kebersamaan dan semangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tampak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh perhatian sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyukseskan program sekolah pada tahun ajaran mendatang.

Pentingnya Kurikulum yang Selaras dengan Dunia Kerja

Dalam sambutannya, Kepala SMK Muhammadiyah Todanan, Galih Andika Budi, S.Pd., menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan.

“Kurikulum yang baik harus mampu mendukung terwujudnya link and match dengan dunia industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan bidang keahliannya, tetapi juga memiliki soft skill yang dibutuhkan oleh dunia kerja sehingga dapat bekerja sesuai dengan minat dan kompetensinya,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang. Dengan kurikulum yang adaptif, peserta didik akan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi tantangan setelah lulus dari sekolah.

Sinergi dan Keteladanan Menjadi Kunci Keberhasilan

Sementara itu, Kasi SMK Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Budhi Eviani Herliyanto, S.P., M.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyelenggarakan program pendidikan.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan sekolah memerlukan kerja sama yang baik antara pimpinan, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga instansi terkait. Menurutnya, semangat “guyup rukun” harus terus dijaga agar seluruh program sekolah dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai teladan bagi peserta didik. Keteladanan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa dan budaya sekolah secara keseluruhan.

Penguatan Kurikulum Melalui Materi dari Pengawas Pembina

Materi utama dalam kegiatan IHT disampaikan oleh Pengawas Pembina SMK dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Drs. Rustanto, M.BA. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai tahapan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang perlu dilakukan sekolah secara sistematis dan terarah.

Selain membahas proses penyusunan kurikulum, beliau juga menjelaskan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan menyelesaikan permasalahan secara nyata.

Bapak Rustanto juga menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan karakter peserta didik. Berbagai program sekolah dapat dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai positif, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama.

Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengulas implementasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dapat diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan sekolah sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.

Selama kegiatan berlangsung, guru dan karyawan mengikuti setiap sesi dengan antusias. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul dalam sesi interaktif yang menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pembelajaran.

Antusiasme tersebut menjadi modal penting bagi sekolah dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta dunia kerja.

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pelaksanaan In House Training Pengembangan Kurikulum ini menjadi langkah awal yang penting bagi SMK Muhammadiyah Todanan dalam mempersiapkan Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan ini, sekolah semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan dukungan seluruh warga sekolah serta sinergi bersama berbagai pihak, diharapkan kurikulum yang disusun dapat menjadi fondasi yang kuat dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *